kamu itu siapa?
hai! kamu pikir kamu siapa bisa mengatur hatiku!
seenak-enaknya saja datang, lalu pergi dengan membiarkan air mataku menetes!
kamu pikir kamu siapa?!
aku ini hancur tapi kamu tidak peduli…
kamu itu, lenggangmu itu membuatku kehilangan arah!
mati saja!
kenapa kamu tidak mati, sehingga aku bisa mengamini segalanya?


Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit yang mempersulit hidup kita.